Iklan

Spesifikasi Lengkaap Honda Verza150

Honda Versa 150 muncul varian baru dengan spesifikasi yang lebih baik

Honda CBR-250R VS Kawasaki Ninja

Persaingan Honda CBR 250R dan Kawasaki Ninja Meramaikan Pasar Indonesia

MV Agusta Rivale 800 VS Ducati

Persaingan MV Agusta 800 dan Ducati.

Suzuki GSX R600 dan Spesifikasi Detail

Detail Spesifikasi Suzuki GSX R600

Cara Memacu Performa Satria FU 150

Panduan meningkatkan Performa Suzuki Satria FU 150.

Tampilkan postingan dengan label Trail. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Trail. Tampilkan semua postingan

Selasa, 05 Februari 2013

New Yamaha Trail XT250 & TW 200



CALIFORNIA - Yamaha Star Motorcycles juga merambah varian motorcross dengan bersiap meluncurkan 2012 XT250 dan TW200. Kedua model tersebut akan hadir di dealer Yamaha pada Juli mendatang.

Yamaha XT250 menawarkan konsumsi bahan bakar yang ekonomis diperkirakan sampai ke 73mpg. Sedangkan Yamaha TW200 diperkirakan mencapai 78mpg.

Secara terpisah, Yamaha XT250 mengatakan suspensi motor didesain untuk perjalanan panjang dengan jarak 11,2 inci dari tanah dan jarak dari jok ke tanah 31,9 inci. Kerangka baja semi-double-cradle, lebih ringan melalui sentralisasi massa yang lebih besar.

Fitur tambahan termasuk yang panel instrumen LCD multifungsi digital, dengan pencahayaan latar belakang hijau yang mudah terlihat di malam hari. Foot step untuk penumpang juga dibuat nyaman, sehingga motor tetap stabil meski dikendarai dua orang.

Di sisi lain, TW200 dilengkapi dengan ban besar yang besar, guna mendapatkan traksi yang lebih besar. Kenyamanan pengendara meski melintasi berbagai medan, kursi rendah dan sasis yang. Instrumentasi standar termasuk speedometer dengan odometer dan reset meter perjalanan, serta lampu indikator netral, high beam dan sinyal lampu sign.

Electric starter dan semua perlengkapan di jalan membuat motor ini nyaman. TW200 bisa dibawa ke medan manapun. Dengan kapasitas 196cc, berpendingin udara, four-stroke single torque, memberikan putaran rendah dan menengah yang cukup stabil. Sangat cocok untuk off road.

Untuk sementara XT250 2012 dilepas dengan retail MSRP sebesar USD5090 (atau Rp43 jutaan). Buat TW200 2012 retail MSRP dilepas USD4490 (Rp38 jutaan) dan tersedia dengan warna putih berskema biru.
(zwr)

Kamis, 31 Januari 2013

Honda Trail XR250 Tornado

XR250 Tornado, Trail Jalanan Dari Honda 

Di Indonesia, mungkin kita hanya mengenal Kawasaki KLX 150 hingga 250 atau Suzuki TS 125 sebagai motor trail harian. Tapi sebenarnya, Honda juga punya varian trail untuk penggunaan kombinasi di jalanan aspal dan medan off road ringan.

Yaitu Honda XR250 Tornado. Varian ini dijual di beberapa negara, salah satunya Afrika Selatan. Secara tampilan, benar-benar trail sejati. Coba perhatikan air scoop di tanki, mirip Special Engine Honda CRF kan?


Buntutnya juga seksi. Meruncing ke belakang dan cover bodi untuk tempat nomor start juga tersedia. Bedanya, karena ini adalah versi jalanan, semua perlengkapan lalu lintas seperti lampu, sein dan spion tetap tersedia.



Melihat penampilan bodinya yang seperti ini, pasti langsung terbayang versi modifikasinya. Seandainya diganti ban aspal ala supermoto pasti keren!

Lanjut ke mesinnya, menggunakan mesin 4 tak satu silinder. Meski kapasitas mesinnya 250cc, tapi jangan bandingkan teknologinya dengan Kawasaki KLX 250. Yang ini masih SOHC berpendingin udara. Tenaganya pun hanya 12,6 Dk.






Menggunakan rangka tipe semi-double cradle, motor ini diklaim punya kekuatan yang baik di medan tak bersahabat. Apalagi suspensinya juga istimewa, sok depannya masih telescopic konvensional tapi jarak mainnya lumayan panjang mencapai 245 mm. Sedang di belakang ada suspensi monoshock dengan konstruksi pro link.

Di Afrika Selatan, motor yang menggunakan roda diameter 21 inci di depan dan 18 inci di belakang ini dijual 39.999 Rand atau senilai Rp 49,3 jutaan. (motorplus-online.com)

Motor trail 250cc






SPECIAL ENGINE FOR DIRT BIKE RIDERS Completely Build Up (CBU) KAWASAKI KX 250 
Sukses memperkenalkan Kawasaki KX 250 F, di pameran JMCS 2010 lalu. PT. Kawasaki Motor Indonesia (PT. KMI). Tentunya, bisa dikatakan berhasil dengan segmentasi tersendirinya. Yakni, menawarkan sebuah produk CBU yang memiliki performa Special Engine. Well, secara performa. Selain dapur pacu berkapasitas engine High Performance 249cc, liquid-cooled, 4stroke, 4valve, 1 silinder mesin DOHC, didukung dengan special engine yang memiliki akselerasi, lebih ridible dan aerodinamis. Tak ayal, teknologi yang ditawarkan pun lebih mumpuni. Dengan penerapan teknologi berinjeksi. Yang disinyalir mampu, menghasilkan tuning proporsi asupan bahan bakar mesin lebih teratur dan konsisten.
Tak hanya itu saja. Bagian transmisi dan rasio kompresi diangka 13.5:1. Pun jauh lebih terasa tinggi dan agresif. Nah, untuk piranti gas buangnya sendiri. Kawasaki KX 250 F mengadopsi knalpot yang sesuai dengan standar, yang dikeluarkan db AMA 94 Pro Racing Limit. Dengan keluaran suara yang lebih halus, serta diamini mampu memuntahkan keluaran power lebih responsif.
Melirik pada bagian sasis depan. Unit entry berngaran Kawasaki KX 250 F. dibekali dengan suspensi depan, Separate Function Fork (SFF), yang berbeda dengan motor trail jenis lain. Yakni, mampu berfungsi secara maksimal pada bagian handling saat melakukan manuver. Tentunya, piranti SFF berbahan lapisan titanium ini, mampu melakukan pemisahan kerja antara fungsi pegas dan redaman. Sehingga rebound dan kompresi redaman pun terasa lebih ringan, serta friendly use. Dengan bentuk bodywork keseluruhan face to face lebih ramping, yang dibalut dengan shroud berbahan plastic one piece, serta dipadu dengan positioning duduk yang lebih nyaman. Serta guard pelindung bagi keseluruhan chasis body, kaliper belakang, dan plat berbahan resin. Alhasil, menjadikan Kawasaki KX 250 F ini, lebih totalitas dilihat dan dirasakan secara sempurna.
So, unit entry Kawasaki KX 250 F Completely Build Up (CBU) ini, memang terbilang sedikit di pasaran Indonesia. Dengan kisaran Harga yang dipatok kurang lebih Rp. 79.000.000,-. Tentunya, produk yang mendunia ini, merupakan unit ajang totalitas pemenuhan Bikes, yang menggilai olahraga garuk tanah. Dengan performa dan akselerasi yang lebih mumpuni dibanding KLX 250. Tak ayal, hasrat Bikes pun dalam menggauli lumpur dan tanah akan terpuaskan … Written by Ramdan Kurniawan HONDA CRF 250R THE BEST OFF-ROAD RACE BIKES OF THE YEAR
Jika mengingat kembali tahun 2010 lalu. Unit entry Honda CRF 250R lansiran Si “kepak sayap tunggal” Honda. Jelas sukses dan mampu menyabot animo para penggemar olahraga garuk tanah. Selain itu, penerapan teknologi fuel injection pada mesin berdapur pacu 250cc, 4 langkah tersebut. Lebih mudah dikendarai, dan yang paling penting agresif dalam bermanuver, saat melibas tanah. Pabrikan, yang identik dengan warna merah tersebut. Di tahun 2011, telah mengeluarkan beberapa perubahan. Yakni, pada bagian pencaplokan piranti gas buang yang disesuaikan dengan standar db AMA 94 Pro Racing Limit, serta dengan kelebihan lainnya, yang lebih terasa powerfull dan bertenaga.
Penerapan sistem teknologi injeksi, tentunya menawarkan tenaga yang lebih agresif dan keluaran piranti gas buang yang syarat eco friendly. Serta diklaim mampu menghasilkan tenaga yang lebih besar. Nah, dibagian sasis. Mesin dengan berat 227 pound ini, memiliki piranti peredam kejut berlabel Showa 48mm. disinyalir mampu meredam areal terjal, dengan tingkat redaman yang terasa seimbang dan mudah. Sedangkan untuk shock belakang. Single-shock berlabel pro link resmi dibenamkan. Disinyalir mampu melakukan manuver spring preload, serta mampu melakukan damping penyesuaian saat rebound. Well, unit entry pabrikan Honda ini. Bisa dibilang sukses dan sangat cocok, bagi Bikes yang gandrung akan olahraga Motocross maupun endurocross tersebut. Dengan mengadopsi ban Dunlop bagian depan, ber ukuran 80/100-21 742 FA, dan Ban Belakang berukuran 100/90-19 D756. Disinyalir, mampu melakukan traksi yang lebih maksimal, serta lebih ringan saat mengaduk dan menggesrek tanah.
Meski terbilang CBU dan sedikit terjual di pasaran Indonesia. Namun, tetap saja Unit Honda CRF 250R yang dipatok dengan harga $ 7.199 US tersebut, jelas menjadi incaran para peminatnya. Tak lain, menawarkan tenaga keluaran yang lebih mumpuni, completely build up, dan responsif saat melibas tikungan. Tertarik!! sumber : http://taqikoe.blogspot.com/2011/02/special-engine-for-dirt-bike-riders-cbu.html

Ketangguhan Motor Trail


Mesin yang diusung motor ini memiliki basis yang sama dengan milik CBR 250R.
Honda CRF250L
Honda Motor Company mengumumkan spesifikasi untuk motor sport mereka, Honda CRF250L. Mesin yang diusung motor ini memiliki basis yang sama dengan milik CBR 250R dengan konsumsi bahan bakar 44,2 km/ liter.

Dilansir Motorcycle, Rabu 18 April 2012, Honda CRF205L akan diluncurkan pada Mei mendatang di Jepang, menyusul Eropa pada musim panas. Motor ini akan menggantikan varian sebelumnya, Honda CRF230L dalam jajaran produk Honda.

Mesin CRF250L menggunakan mesin tunggal 4-stroke, 250cc DOHC liquid-cooled injeksi, yang memiliki daya tingkat gesekan mesin yang rendah. Perbandingan rasio pada CRF205L adalah 10,7:1 dengan tenaga 23 hp pada 8.500 rpm dan torsi 16 lb-ft pada 7.000 rpm.

Selama pengujian dengan kecepatan konstan 60 km/jam, CRF250L membukukan konsumsi bahan bakar 44,2 km/liter. Dengan tangki ganda yang dimilikinya, motor ini mampu menempuh jarak 335 km.

Desainer Honda menggunakan konsep proporsi frame bodi segitiga pada CRF250L yang terlihat agresif. Fitur lain seperti cargo hooks di fender belakang dan layar digital yang menampilkan ketersediaan bahan bakar, jam, tripmeterm dan odomoeter.Honda CRF250L akan dipasarkan dalam varian warna extreme red dan ross white.

Berikut spesifikasi lengkapnya :

Dimensi (pxlxt)       : 2.195x815x1.195 (mm)
Wheelbase             : 1.445 (mm)
Ground clearance     : 255 (mm)
Tinggi kursi             : 875 (mm)
Bobot                     : 143 (kg)
Kapasitas penumpang   : 2 orang
Radius putar minimum  : 2,3 (m)
Kapasitas mesin        : 249 cc
Perbandingan rasio    : 10,7
Tenaga                : 23ps pada 8.500 rpm
Torsi                 : 22 Nm pada 7.000 rpm
Konsumsi bahan bakar  : 44,3 km/liter (kecepatan konstan pada 60 km/jam.
Sistem bahan bakar    : Programmed Fuel Injection System (PGM-FI)
Ban depan             : 3.00-21 51P
Ban belakang          : 120/80-18M/C 62P
Rem depan             : Cakram ventilasi
Rem belakang          : Cakram ventilasi
Suspensi depan        : Telescopic
Suspensi belakang     : Swing arm (monoshock)
Frame type            : Semi double cradle

Trail Suzuki DR-Z125

Motor Trail Suzuki DR-Z125

Suzuki, DR-Z125, Motor trail, MotoCross 
 

Berita Terkait
Crosser Farhan Hendro Targetkan Juara Nasional di 2012
SPORTKU.COM - Baru-baru ini Suzuki memaparkan berbagai perlengkapan offroad yang jadi produk jualan meraka di tahun 2012. Tidak hanya perlengkapan semata, karena untuk tahun depan Suzuki telah didukung dengan penambahan motor trail. Terinspirasi oleh desain motorcross, Suzuki merilis DR-Z125 yang ditujukan khusus untuk pengendara offroad pemula.
Suzuki DR-Z125 yang dirilis untuk pengendara offroad pemula dengan spesikasi menonjol (Photo by: www.dirtrider.com)Suzuki, DR-Z125, Motor trail, MotoCross
Suzuki DR-Z125 menggabungkan fitur sepeda motor MX (Suzuki RM-Z MX_red) dengan peforma entry-level yang pas bagi pengendara pemula. Model ini disiapkan fitur mesin empat langkah 124cc berpendingin udara dengan torsi powerband lebar. DR-Z125 dihiasi fender miring tajam untuk memberikan tampilan yang lebih agresif.
Motor Trail Suzuki DR-Z125 model 2012 terbaru yang ditujukan untuk pengendara offroad pemulaSuzuki, DR-Z125, Motor trail, MotoCross
Model: Suzuki DR-Z125
Year: 2011
Category: Enduro / offroad
Rating: 75.8 out of 100. Show full rating and compare with other bikes
As new Price (MSRP): U.S. $ 2699. Prices depend on country, taxes, accessories, etc.

Engine and transmission
Displacement: 124.00 CCM (7:57 cubic inches)
Engine type: Single cylinder, four-stroke
Compression: 9.5:1
Bore x stroke: 57.0 x 48.8 mm (2.2 x 1.9 inches)
Fuel system: Carburettor. Mikuni ™ VM20SS
Fuel control: SOHC
Ignition: Digital-type CDI
Lubrication system: Wet sump
Cooling system: Water
Gearbox: 5-speed
Transmission type,
Final drive: Chain
Driveline: D.I.D 428HG, 130 links

Chassis, suspension, brakes and wheels
Front suspension: Telescopic, coil spring, oil damped
Rear suspension: Link type, coil spring, oil damped
Front tire dimensions: 70/100-19
Rear tire dimensions: 90/100-16
Front brakes: Single disc
Rear brakes: Expanding brake (drum brake)

Physical measures and capacities
Weight incl. oil, gas, etc: 89.0 kg (196.2 pounds)
Seat height: 805 mm (31.7 inches) If adjustable, lowest setting.
Overall length: 1.885 mm (74.2 inches)
Overall width: 770 mm (30.3 inches)
Ground clearance: 290 mm ??(11.4 inches)
Wheelbase: 1.270 mm (50.0 inches)
Fuel capacity: 4.80 liters (1.27 gallons)
Motor Trail Suzuki DR-Z125 model 2012 terbaru yang ditujukan untuk pengendara offroad pemulaSuzuki, DR-Z125, Motor trail, MotoCross

Koleksi Trail

Manakah Trail Kesayangan Anda ?


Penggemar motor trail di Indonesia sekarang “dimanjakan” oleh produsen dengan banyaknya pilihan motor trail yang ditawarkan. Mulai dari produk “lokal” hingga motor build up yang harganya selangit. Dibandingkan tahun 90-an, tentunya kini jauh lebih mudah bagi konsumen untuk memilih motor trail idaman. Untuk saat ini motor trail apapun tersedia di pasaran, tergantung seberapa tebal isi dompet konsumen.

Uupps apa betul isi dompet menjadi pertimbangan utama dalam membeli motor trail? Bisa ya, bisa juga tidak. Karena membeli motor trail itu bukan sekedar pertimbangan isi dompet saja, namun pertimbangan apakah motor tersebut benar-benar “pas” dengan anda. Tulisan ini semoga bisa membantu anda yang ingin membeli motor trail. Yang jelas penulis bukanlah tim pemasaran produk tertentu, ini murni sebagai suara konsumen yang kebetulan telah mencicipi berbagai jenis motor trail mulai kelas lokal, mocin, motor rilisan Amrik hingga motor Eropa.


Setidaknya ada 5 pertimbangan dalam membeli motor trail:

1. Isi dompet alias budget yang tersedia

2. Peruntukan motor trail tersebut
3. Skill
4. Ketahanan dan kenyamanan motor (kualitas)
5. Perawatan dan spare parts motor
1. Isi dompet alias budget
Ketersediaan dana tentunya menjadi faktor pembatas dalam memilih motor trail yang akan dibeli. Bagi yang dompetnya tebal sih memang ada begitu banyak pilihan motor. Tapi bagi yang anggaran pas-pasan, tentunya ilihannya jadi lebih terbatas. Kalau anda belum terlalu “kebelet” (mendesak) untuk membeli motor trail idaman, maka anda bisa menunda membeli motor trail idaman tersebut sambil menabung sampai uangnya cukup untuk membeli motor itu, sehingga ketika anda membelinya anda akan puas karena sesuai dengan keinginan.
Daripada membeli motor “murah” namun kualitas apa adanya, maka bisa jadi anda akan kecewa ketika mencoba motor tersebut di medan offroad. Motor memang tampang trail, tetapi koq performanya tidak jauh beda dengan motor kebanyakan (baca: motor bukan trail). Apalagi ketika anda menjual motor trail yang mengecewakan anda tersebut pasti harganya akan terjun bebas.
Terlepas dari peruntukan motor trail yang akan anda pakai, untuk kantong anda yang budgetnya dibawah Rp 25 juta, maka pilihan motor trail yang tersedia di pasaran Indonesia antara lain KLX 150S, Suzuki TS 125 dan Hyosung/monstrac.
Kalau budget anda dibawah Rp 60 juta, maka pilihannya adalah KLX 250S, Honda CRF 150F, CRF 230F (second), KTM 200 (second), Yamaha WRF 250 (second), kawasaki KXF 250 (second), dll. Pilihan akan lebih banyak jika budget anda di atas Rp 60 juta, antara lain KTM 250 EXCF, CRF 250X, Husaberg, Husqvarna TE 250, KTM 200, CRF 230F, WRF 250 dan masih banyak lagi lainnya.
2. Peruntukan motor trail
Sebelum memutuskan untuk membeli, anda harus tahu motor trail tersebut akan lebih banyak digunakan untuk apa? Maksudnya apakah sekedar untuk touring yang artinya lebih banyak jalan aspal, adventure (aspal dan tanah), kompetisi atau offroad di medan extrim (tight offroad). Karena setiap motor oleh pabrikan telah dirancang untuk tujuan tertentu, meskipun juga ada motor yang multi purpose alias bisa digunakan di segala medan.
Kalau kebanyakan motor trail anda akan digunakan untuk touring atau light adventure yang tidak terlalu sering dipakai di medan offroad yang ekstrim, maka membeli motor dengan bobot yang “berat’ masih dimungkinkan. Bobot motor trail yang relatif berat itu misalnya KLX 250 dan Hyosung/monstrac 200. Motor yang berat bobotnya akan mengganggu manufer anda jika dipakai di medan offroad single track, tight wood, atau penuh tikungan tajam.
Kalau anda gemar offroad di medan single track atau offroad extrim, maka pilihan terbaik adalah motor dengan bobot yang ringan. Motor kategori ringan ini misalnya TS 125, KTM 200, CRF 150F, dll. Motor bobot berat juga bisa saja dipakai di medan offroad yang exrim, namun tenaga anda akan lebih banyak terkuras, aplagi kalau jatuh, hemmm pasti akan susah payah untuk mendirikan motornya!
Bagi anda yang suka speed offroad, akselerasi atau power motor yang dahsyat, maka bisa memilih motor-motor spek kompetisi atau murni enduro. Sayangnya untuk saat ini motor-motor kategori ini kebanyakan masih build up, sehingga harganya masih mencekik bagi kebanyakan konsumen. Motor kategori spek mumpuni ini antara lain KTM 200, KTM 250 EXCF, KTM 450 EXCF, husaberg FE 450, Husqvarna TE 250, CRF 250R/X, WRF 250, KXF 250, RMZ 250, YZF 250, dll. Motor tersebut dijamin dahsyat, tinggal apakah rider mampu mengendalikan motor tersebut (lihat penjelasan tentang skill di bagian bawah dari tulisan ini) atau tidak.
3. Skill
Membeli motor trail itu hendaknya bukan karena gengsi semata. Untuk apa membeli motor bagus yang harganya ratusan juta namun justru kita tidak bisa memakainya secara optimal karena skill mengendarai kita terbatas? Untuk pemula atau yang baru gandrung dengan trail, belilah motor yang tenaganya tidak terlalu menyentak, beli yang karakternya smooth saja. Selain skill mengenadrai, yang harus juga dipertimbangkan adalah berat dan tinggi badan. Di medan offroad postur badan pengendara ini menjadi sangat penting. Jika badan tidak terlalu tinggi, maka memakai motor jangkung (yang kebanyakan build up) itu akan menjadi siksaan tersendiri di medan offroad yang ketat/ekstrim.
Namun kabar gembiranya, jika tubuh anda pendek namun ngotot ingin beli motor spek offroad yang dahsyat macam KTM atau Husaberg, maka kini sudah ada produk yang bisa nurunin ketinggian motor. Jadi kakii bisa menapak tanah dengan baik yang akan membantu anda lolos dari rintangan di medan offroad.
Jika persoalan ketinggian badan sudah terpecahkan, pertanyaan berikutnya adalah bagaimana riding skill anda? Bagaimana kemampuan anda mengendarai motor trail di medan offroad? Kalau kemampuan anda masih pas-pasan saja, maka lebih baik jangan membeli motor trail spek kompetisi/enduro murni. Kecuali anda memakainya hanya untuk “gaya-gayaan” saja, tidak dipakai di medan offroad yang extrim.
Pendapat sebagian orang yang mengatakan bahwa motor trail dengan cc besar berarti semakin mantap di medan offroad, patut ditinjau ulang. Memang betul motor dengan cc besar seperti 450 cc itu pasti punya power yang lebih dahsyat dibanding yang 250 cc. Namun pertanyaannya adalah, sejauh mana anda mampu membawa motor tersebut? Dalam diskusi di forum KTM Talk, disebutkan bahwa di Amrik itu tidak banyak orang yang bisa membawa motor 450cc dengan optimal. Power motor sering berlebih, sementara skill pengendaranya masih “tidak berlebih” alias pas-pasan. Akibatnya yang terjadi bukan kita yang mengendari motor, namun motor yang mengendarai kita.
Namun bagi anda yang merasa punya skill mumpuni, motor 450cc adalah motor yang menyenangkan dan luar biasa. Alternatif untuk mengimbangi motor sahabat anda yang pakai 450cc adalah motor 2T yang 200 atau 250cc. Motor enduro 2T seperti KTM 200/250, Husaberg TE 250 atau Husqvarna WR 250 itu relatif bisa mengimbangin motor 450cc 4T. Kelebihan motor 2T disbanding 4T adalah bobotnya yang lebih ringan.
Jika skill mengendari motor trail (di medan offroad, bukan di jalanan raya) masih terbatas, lebih baik pakai motor-motor yang spek bukan kompetisi/offroad. Alernatif motor yang bisa dipilih antara lain KLX 150, KLX 250, TS 125, Monstrac 200, dll.
4. Ketahanan dan Kenyamanan Motor (kualitas)
Jika motor trail anda lebih banyak digunakan untuk offroad, bukan sekedar untuk mejeng di jalanan raya, maka faktor ketahanan dan kenyamanan motor harus dipertimbangkan di urutan atas. Ada banyak motor di jalanan yang tampangnya seperti motor trail, namun begitu dipakai di medan offroad terlihat “mellow”, belum lagi kerusakan sering terjadi. Jangan sampai kita offroad di hutan, namun kita hanya report memperbaiki kerusakan motor yang sebetulnya memang tidak layak untuk offroad. Ada guyonan, ” buka bengkel kog di tengah hutan”.
Pilihlah motor-motor yang keluaran pabrikan ternama semacam Honda, Kawasaki, KTM, Husqvarna, Husaberg, Yamaha dan Suzuki. Paling tidak motor pabrikan ternama ini menjadi “garansi” bahwa produk yang dikeluarkan adalah produk yang berkualitas. Namun bukan berarti haram memakai motor trail keluaran pabrikan tidak ternama. Bila budget anda terbatas, bisa saja anda membeli motor tersebut, namun perlu diperhatikan lebih ekstra tentang beberapa komponen yang mungkin perlu diupgrade untuk dipakai di medan offroad.
Jika tinggi anda tidak sampai 165 cm, lebih baik anda tidak memakai motor jangkung spek kompetisi atau enduro 250cc atau lebih. Karena postur tubuh yang tidak terlalu tinggi akan membuat anda kesulitan melintasi medan offroad yang extrim apalagi dalam kondisi jalur yang basah. Lebih baik anda memakai motor yang relative tidak terlalu tinggi seperti KLX 150, CRF 150F dan TS 125.
Sebaliknya jika tinggi anda lebih dari 170 cm, lebih baik anda tidak memaki motor pendek (ban 16/19) seperti KLX 150. Karena posisi mengendarai jadi lebih cepat capek, karena kaki terlalu menekuk tajam. Apalagi jika bobot tubuh anda menca[ai lebih dari 80 kg, akan terlihat lucu jika naik motor kecil. Yah jadi kelihatan seperti beruang sirkus naik sepeda angin…...
Untuk yang mempunyai tinggi tubuh 170 cm keatas boleh bernafas lega, karena bisa lebih punya “kesempatan” untuk memakai motor-motor spek kompetisi 250 cc ke atas. Maklum motor seperti ini rata-rata memang terbilang jangkung untuk ukuran orang Indonesia.
Memakai motor tipe cross atau di Indonesia sering disebut motor SE untuk offroad juga masih dimungkinkan dengan catatan skill anda mumpuni untuk mengendalikan kuda terbang itu. Kelemahan motor SE ini adalah suspensi lebih keras dibandingkan motor enduro dan biasanya untuk motor SE (terutama sebelum tahun 2008) itu susah untuk menghidupkannya pakai kick starter. Beruntung sekarang ada motor SE seperti KTM 350 SXF yang sudah dilengkapi dengan electric starter. Jadi tinggal pencet tombol, motor sudah greng dan siap diajak ‘terbang’.
Motor tipe SE juga tidak dilengkapi dengan lampu, sehingga tidak bisa dipakai di malam hari. Namun sekarang juga ada produk-produk yang bisa membuat motor SE dilengkapi dengan lampu yang terang benderang.
Motor tral keluaran pabrikan ternama biasanya punya kualitas yang bagus. Memang harga lebih mahal, namun dibandingkan dengan daya tahan dan kenyamanan yang ditawarkan, maka harga mahal itu menjadi relatif tidak terlalu berarti.
5. Perawatan dan spare parts motor
Jika anda adalah orang yang tidak terlalu mengerti tentang mesin motor trail, maka ada baiknya memilih motor yang rendah perawatan. Beberapa motor yang perawatannya relatif murah dan mudah itu misalnya TS 125 dan KLX 150. Motor build up yang juga perawatannya murah adalah CRF 150F, CRF 230F dan Yamaha TTR 230. Perawatannya hanya cukup dengan membersihkan filter udara dan rutin mengganti oli mesin.
Motor spek kompetisi, SE atau enduro build up tentunya perawatannya juga lebih mahal. Apalagi untuk motor 4T yang harus selalu rutin mengecek kerenggangan klep. Belum lagi pergantian oli mesin harus rutin dan lebih sering. Seringkali oli mesin yang dipakaipun menuntut oli dengan spek tinggi yang harganya di atas Rp 100.000 per liternya. Itupun membeli olinya juga tidak terlalu mudah.
Motor enduro yang 2T perawatanya jauh lebih murah dan mudah, dibandingkan dengan yang tipe 4T. Cukup dengan rutin membersihkan filter udara dan mengecek busi. Kelemahannya adalah motor 2T bensinnya harus dicampur dengan oli. Hal ini yang sering bikin pengendara jadi ogah mamakai motor 2T. Padahal untuk anda yang malas pergi ke bengkel untuk servis rutin, maka trail 2T adalah pilihan jitu. Apalagi untuk motor trail 2T generasi terbaru semacam Husaberg TE 250 dan KTM 200 itu sudah dirancang untuk irit penggunaan oli samping. Konsumsi BBM-nya pun terbilang irit. Satu lagi kelebihan motor trail 2T adalah bobot motornya lebih ringan.
Di jaman serba internet dan FB, sepertinya soal spare parts motor tidak menjadi halangan berarti untuk saat ini. Semuanya bisa dibeli atau paling tidak bisa diorder. Spare parts motor Eropa seperti KTM, Husaberg dan Husqvarna, kebanyakan harganya lebih mahal dibandingkan motor Jepang. Enaknya motor Jepang adalah beberapa spare part itu bisa memakai spare parts motor harian yang sudah beredar di jalanan Indonesia. Misalnya beberapa komponen Honda CRF 230F atau CR 85 itu sama dengan motor tiger atau supra X, sehingga harganya menajdi lebih murah.
Membeli motor yang di Indonesia sudah ada dealer-nya memang akan lebih aman dan lebih murah harganya. Beberapa dealer motor trail yang sudah ada di Indonesia adalah untuk motor KTM (husaberg?), husqvarna dan kawasaki. Untuk motor lainnya masih dimasukan oleh importer umum yang biasanya harganya lebih tinggi dibanding ATPM atau distributor resmi khusus satu merk.
Selanjutnya terserah anda, motor trail apa yang akan anda beli. Konsumen dalah raja. Jangan tergoda oleh iklan dan gengsi semata, pertimbangKan dengan matang sebelum anda memutuskan untuk membeli motor trail idaman. Jangan sampai anda menyesal di kemudian hari. Selamat mengendarai motor trail idaman anda!